Perbedaan Mencolok Kitab Stambul Al-Qur’an dan Rajah

Dua diantara sekian banyak benda yang dianggap bertuah dan banyak dicari adalah Kitab Stambul Al-Qur’an dan Rajah. Sayangnya, ada banyak orang yang keliru dalam menggunakan kedua istilah tersebut. Hal ini karena mungkin karena mereka tidak memahami perbedaan Kitab Stambul Al-Qur’an dan Rajah.

Apakah Anda termasuk orang yang sulit membedakannya? Jika iya, kami akan coba membantu dengan artikel ini.

Pada dasarnya, jika Anda mau sedikit mencari tahu dari berbagai referensi, membedakan kedua hal ini bukanlah sesuatu yang sulit. Seringkali, yang membuat sulit itu justru rasa malas yang hinggap untuk mencari informasi yang belum diketahui.

Setidaknya, berdasarkan berbagai sumber yang kami himpun, ada beberapa perbedaan Kitab Stambul dan Rajah yang mudah untuk disimpulkan. Berikut kami paparkan penjelasannya.

Berdasarkan Asal Usulnya

Kitab Stambul sebenarnya tak perlu diberi embel-embel Al-Qur’an di belakangnya. Pasalnya, secara makna, istilah Kitab Stambul sendiri adalah Al-Qur’an dengan ukuran yang mini atau sangat kecil.

Berdasarkan asal usulnya, memang ada bermacam-macam versi. Diantaranya adalah yang menyebutkan bahwa Ia adalah kitab yang dicetak oleh Kekhalifahan Turki Utsmani yang saat itu beribukota di daerah Istanbul atau Istambul. Percetakannya di mulai dari abad ke-12 hingga ke-14 masehi.

Kitab ini dulu dibawa oleh para dai kaum muslimin untuk berdakwah. Termasuk ke wilayah nusantara. Sehingga, kita yang tinggal di Indonesia dapat juga menemukannya.

Sedangkan rajah, merupakan jimat atau azimat yang tulisannya berupa huruf arab gundul. Isinya bukan mushaf Al-Qur’an sebagaimana Kitab Stambul. Biasanya ditulis di dalam kertas-kertas kecil dengan 400 lembar halaman.

Ditinjau dari sisi sejarah, konon jimat semacam rajah ini sudah ada sejak sekitar abad ke -10 dan ke-11. Dulunya sering disebut sebagai Picatrix. Isinya adalah gabungan antara ilmu sihir dan astrologi. Ditulis dalam bentuk huruf, angka, gambar, dan berbagai simbol tertentu.

Nah, dari sini sudah jelas perbedaan Kitab Stambul Al-Qur’an dan Rajah berdasarkan sejarahnya.

Berdasarkan Bentuknya

Bentuk Kitab Al-Quran stambul yang asli tentu saja persis sebagaimana Al-Qur’an. Hanya ukurannya saja yang membedakan. Isinya tetaplah sama. Kitab yang asli, ukurannya hanya berkisar 2,2 cm x 3,3 cm. Kecil sekali bukan?

Sementara Rajah jelas berbeda. Meskipun pada mulanya bentuknya juga semacam kitab yang berjumlah 400 halaman, namun kini banyak ditemukan dalam bentuk potongan-potongan selebaran kertas kecil. Seringkali kertasnya nampak lusuh.

Berdasarkan Anggapan Manfaatnya

Meskipun pada mulanya Kitab Stambul digunakan sebagaimana mestinya penggunaan Al-Qur’an, namun kini banyak yang menganggapnya memiliki khasiat lain. Ada orang-orang yang meyakini bahwa kitab ini juga memiliki manfaat untuk membantu urusan karir, jabatan, penglaris, wibawa dan lainnya.

Tentu saja, ada yang menganggap anggapan-anggapan tersebut keliru karena dianggap menyalahi fungsi Al-Qur’an yang sebenarnya. Anda juga bisa jadi tak meyakininya. Namun percayalah, ada sebagian orang yang memiliki keyakinan berbeda terhadap benda tersebut.

Rajah juga kurang lebih sama. Di antara anggapan manfaat yang melekat di dalamnya apabila dimiliki, sangatlah beragam. Di masyarakat, beredar jenis-jenis rajah berdasarkan anggapan tuahnya.

Mulai dari memberi tuah pengasihan yang mampu memikat lawan jenis, mengharmoniskan rumah tangga, pelaris dagangan, hingga meningkatkan kewibawaan. Meski tentu ini juga kontroversial karena ada banyak yang menganggap bahwa Rajah adalah sarana kesyirikan.

Demikianlah sedikit ulasan mengenai perbedaan Kitab Stambul Al-Qur’an dan Rajah. Apakah anda sudah memahaminya?

.

Konsultasi Serius tentang Masalah Anda dengan Pakarnya Ki Sabrang Alam, Silahkan hubungi kontak di bawah ini :

081 226 888 103 ( WA / Telpon / SMS )